Minggu, 06 April 2014

# 13 Perjuangan Jurnalistik Part III



Hari ini adalah hari terakhir berjuang demi jurnalistik karena esok hari kelompok kami presentasi, namun hari ini juga menentukan apakah kami bisa dapat data dari detik.com atau tidak. Di mulai dari awal pertemuan kami di kampus D karena kami harus kesana terlebih dulu mengambil surat keterangan untuk kunjungan ke detik.com.
Hari ini aku menginap dirumah feby agar kami bisa berangkat bersama ke kampus. Awalnya kita janjian pukul 09.00 harus sudah dikampus namun, alhasil tidak seperti itu. Pertama karena onett dan agnes rumahnya sangat jauh, aku dan feby mengusulkan kepada mereka agar berangkat terlebih dahulu. Onett berangkat dari rumah jam 07.00. Dia mengirim sms kepada feby menanyakan aku dan feby ada dimana. Feby membalas sms onett kalau aku dan feby masih dirumah untuk siap-siap. Agnes pun mengirim sms kepada feby agar aku dan feby bertemu di stasiun bojong. Aku dan feby menyetujuinya. Detik demi detik, menit demi menit, satu jampun telah berlalu akhirnya feby mendapatkan sms dari agnes lagi. Sms itu berisikan, “ feb, kamu sama rica berangkatnya nanti dulu yah, aku ada urusan sebentar,” feby membalas sms tersebut okai. Tanpa sadar ternyata sudah jam setengah 10 dan onett memberi kabar kalo dia sudah sampai dikampus D. “ feb, ayo buruan onett udah sampai,” kataku sambil bergegas. Beberapa menit kemudian Feby mendapat sms kembali dari agnes. “ feb, aku udah sampai stasiun nih, cepetan kalian kesini”. Aku dan feby segera mungkin berangkat tapi kita kaget karena tiba-tiba mendapatkan sms dari agnes seperti itu. Setibanya aku dan Feby di stasiun bojong dan bertemu agnes, kita sudah menemukan muka yang jutek tidak enak banget di lihatnya. Akhirnya aku dan Feby hanya terdiam saja karena males melihat wajah agnes yang di tekuk begitu karena bĂȘte menunggu. Tidak lama Feby mendapatkan sms dari onett yang isi smsnya begini “  feb, kalian lama banget sih, udahlah gue ga ikut. Gue udah capek nunggu dari tadi. Bodo amatlah gue mah, sekarang gue balik kekosan”. Feby sudah member alesan ke onett tetapi dia tidak menanggapinya. Aku sama feby hanya diam-diam saja sambil menunggu kereta dan sibuk dengan Hp kita saja. Saat itu juga Agnes masih saja terdiam dan tak bersuara apapun. Aku sama feby hanya menulis PM di BBM. Ternyata Diana melihat PM aku dan feby. Mungkin dia tahu apa yang telah terjadi diantara kami berempat. Aaarrghhh sungguh ribet permasalahan ini.
Akhirnya kereta datang, kami langsung menaiki kereta itu. Diantara kami hanya diam membisu. Tidak ada satu patahpun yang terucap. Kami mendapatkan tempat duduk saja terpisah, dan aku bbman sama dengan feby. Ketika sudah sampai di stasiun Depok, kereta yang kami naiki tersebut terjadi masalah dan kami harus transit ke kereta sebelahnya. Nah, disitu aku dan feby duduk bersebelahan, tetapi agnes masih saja terpisah duduk dengan kami walaupun dia duduk bersebrangan dengan kami. Aku dan feby hanya sibuk meluapkan emosi kita dengan menulis-nulis sesuatu di blogger kami. Tanpa sadar ketika Feby menanyakan , “ cha udah sampai stasiun mana nih ?. Aku langsung menegok ke jendela dan ternyata kami sudah kelewatan. Akhirnya kami buru-buru turun untungnya baru satu stasiun yang terlewat, kami turun di stasiun UI dan harus kembali ke stasiun Pocin lagi, karena paniknya sampai tak terfikirkan olehku kalau gampang saja kita hanya menaiki kereta balik arah untuk ke stasiun Pocin. Lumayan lama menunggu kereta datang kembali.  Akhirnya kami tiba di stasiun Pocin dengan langkah kaki secepat mungkin kami sampai dikampus D. Tanpa basa basipun langkah kami langsung menuju loket-loket. Disana kami melihat onett dan ternyata dia masih menunggu kami dengan wajah teramat bosennya. Seketika agnes langsung duduk disebelahnya tanpa tegur sapa aku dan Feby langsung saja ke loket tujuan kita untuk mengambil surat keterangan dan alhasil kita telat karena loket tutup di waktu jam istirahat. Aku dan feby menghampiri mereka, kami masih saja terdiam seperti orang yang tak pernah kenal. Adzan pun berkumandang, aku bergegas sholat dhuzur terlebih dahulu daripada hanya berdiam diri seperti itu.
Beberapa menit setelah ku sholat ternyata masih saja mereka seperti itu, berdiam diri tak mengeluarkan suara sedikitpun. Kami tak lelah menunggu loket buka. Sepertinya ada suara yang memanggil kami. Suara itu berasal dari onett. Onett meluapkan unek-unek dia, dia menanyakan kepadaku, Feby serta agnes kenapa kami terlambat. Agnes hanya terdiam, akupun juga. Dan hanya Feby yang memberanikan diri untuk berbicara agar tidak ada salah paham di antara kami, persahabatan kami. Disitu aku menyesal tidak berkomentar sedikitpun membantu Feby. Karena aku belum bisa berbicara karena mereka dalam keadaan emosional. Dari perkataan Feby, kami terdiam lagi. hmm.. entah sampai kapan kami terdiam seperti itu.
Jam istirahat sudah abis, Loket-loket akhirnya kembali terbuka. Aku dan Feby beranjak dari duduk segera ke loket. Setelah menemukan loket delapan, aku menanyakan surat keterangan itu. Alhasil sia-sia sepertinya kita sudah menunggu sangat lama, karena surat keterangan itu belum jadi masih seminggu lagi prosesnya. Dengan langkah gontai, kita kembali menghampiri Agnes dan Onett. Aku berkata, “ suratnya belum jadi, tapi kita harus tetap kesana walaupun tanpa surat sekalipun “.
Kami berjalan berpasang-pasang, aku dan feby, Agnes dan Onett. Kenapa kita jadi berkubu seperti ini ? mungkin permasalahan yang tadi belum terselesaikan. Tujuan kami yaitu ke stasiun kereta untuk ke stasiun Cawang. Masih saja terdiam sampai kereta datang. Kami menaiki kereta jurusan Kota. Waktu sudah berlalu akhirnya kami sampai di stasiun Cawang.
Disana mulailah Onett berbicara kata demi kata dan disusul agnes. Aku dan Feby juga mulai berbicara, namun masih saja belum ramai seperti biasanya. Keluar dari stasiun , kami mulai bingung. Kami harus menaiki busway, kami melewati fly over dan melalui sorum mobil. Di fly over itulah kami akhirnya kembali berbicara seakan- akan tidak ada masalah yang terjadi pada kami. Alhamdulillah ucap syukurku.
 To be continue..... 

Senin, 31 Maret 2014

# 12 Perjuangan Jurnalistik part II




            Hari demi hari telah berlalu, satu minggupun telah terlewat. Berarti waktu melakukan kunjungan seminggu lagi, tapi kelompok kami belum mempersiapkannya. Pada hari selasa kami berdiskusi kembali untuk membicarakan makalah jurnalistik dan kunjungan tersebut tepatnya di DPR kampus E. Suasana yang ramai namun masih saja kami berbincang-bincang dan tak memperdulikan sekitar kami. Akhirnya kami tetap memutuskan ke Detik.com.
Pertama-tama hal yang kami lakukan yaitu membuat surat keterangan; surat untuk ijin melakukan kunjungan ke suatu tempat. Surat keterangan itu diproses selama seminggu atau dua minggu. Kami berharap surat itu bisa kami ambil selasa depan. Kami membuat surat tersebut di warnet terdekat kampus. Selesai membuat surat kami melanjutkan berdikusi membahas makalah jurnalistik. Kami sepakat agar tidak membuang-buang waktu untuk menunggu surat keterangan saja. Kami membuat kerangka dan isi makalah yang bisa kami susun terlebih dahulu.  Pembagian tugas sudah dibagikan, aku dan onett mendapat tugas untuk mencari materi tentang isi makalah, tugas untuk feby yaitu membuat power point untuk presentasi dan tugas untuk agnes adalah menyusun makalah tersebut.
Kelompok kami sempat dibuat pusing, stress karena tugas ini namun kami tetap semangat untuk mengerjakannya. Sebenarnya yang membuat kami bingung yaitu surat keterangan tanpa adanya surat keterangan kami takut tidak akan bisa masuk ke kantor Detik.com dan satu lagi masalahnya yaitu waktu yang sangat singkat.
Satu harapan kami yaitu mudahkanlah tugas ini Ya Allah agar semuanya bisa berjalan dengan lancar.  SEMANGAT YAH KAWAN !!!
Bersambung…………

# 11 Perjuangan Jurnalistik part 1



Jurnalistik II adalah salah satu mata kuliah yang kami pelajari. Dosennya adalah bu Samatan karena beliau sibuk maka digantikan oleh asistennya yaitu pak Iqbal. Di pertemuan pertama pak Iqbal hanya memberitahukan tugas-tugas yang telah di amanatkan oleh bu samatan untuk kelas 3SA02. Tugasnya terdiri dari tugas individu dan tugas kelompok. Tugas individunya adalah mengumpulkan hasil Penulisan Ilmiah Bab IV nya saja, sedangkan tugas kelompoknya adalah melakukan kunjungan ke suatu tempat yang berhubungan dengan jurnalistik. Masing-masing kelompok terdiri dari 4 orang. Kita bebas memilih siapa saja yang akan menjadi kelompok jurnalistik. Kebetulan aku sekelompok dengan Feby, Agnes dan Onett. Ketika semua sudah mendapatkan kelompoknya masing-masing kemudian saatnya penentuan kelompok yang akan maju tiap minggunya untuk presentasi. Pak Iqbal mengambil ahli dalam penentuan presentasi. Beliau menuyurh ketua kelas untuk menentukan lewat nomor secara random. Pada waktu pembagian kami berharap tidak mendapatkan kelompok terakhir tapi juga bukan kelompok pertama.
*Tiba-tiba suasana kelas hening* nomor dua Pak Iqbal yang membacakannya. Kelompok pertama adalah kelompok Danang. Lega rasanya kelompok kami, namun ketika ketua kelas menyebutkan nomor empat akhirnya kita maju minggu kedua untuk presentasi. Aku cuma berkata " Yah .. ”  aku speechless tapi anehnya Onett sama Agnes kenapa terlihat senang dan mereka bilang hore ? Tanya dalam hatiku. Kemudian aku bertanya ke mereka.  “ Heyy kalian kenapa bilang hore sih ?  agnes menjawab “ lah bukannya kita maju minggu keempat yah ka ??”. Saat itu aku langsung berkata “ Oh my god ! Kita tuh presentasi di minggu kedua agnes, onett”. Mereka menjawab “ Yah.. kita salah dengar ya.” Jawab aku dan Feby “ IYA ! ”. Semua kelompok sudah mendapatkan giliran maju presentasi tiap minggunya kemudian pak Iqbal membacakan tugas tiap kelompok dari kelompok satu sampai kelompok terakhir. Kelompok kita mendapatkan tema “ Media Online”. Pak Iqbal menjelaskan lagi apa yang harus kita bahas ketika presentasi dan membuat makalah. Beliau juga memberitahu bahwa minggu depan hanya untuk menjelaskan kerangka dalam pembuatan makalah secara detail. Berarti kelompok kita mempunyai waktu selama dua minggu lagi.  Waktu yang sangat sempit untuk mempersiapkannya dan harus bekerja keras untuk menyelesaikan tugas tersebut. Akhirnya waktu mata kuliah jurnalistik selesai . Dosenpun sudah keluar kelas kemudian aku, feby, agnes dan onett langsung mendiskusikan tempat apa yang cocok untuk tema Media Online. Masing-masing dari kami mengutarakan pendapatnya. Akhirnya kami memutuskan untuk memilih DETIK.COM.
            Bersambung…………..

Winnie The Pooh Glitter
/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/toons/too-8/too748.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/toons/too-8/too748.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Template by:

Free Blog Templates