Tampilkan postingan dengan label tugas - tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tugas - tugas. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 November 2013

Tugas Jurnalistik – INVESTIGASI

About my sister – Citra Septyani Zuhrotunnisa


Saya mempunyai dua adik perempuan bernama Fitri febryanti dan Citra Septyani Zuhrotunnisa.  Citra Septyani Zuhrotunnisa, yang biasa di panggil citra. Ia adalah adik terakhir saya. Ia duduk dibangku kelas 4 SD. Citra juga mempunyai prestasi yang baik disekolahnya dan mempunyai cita-cita menjadi seorang Kowat (TNI perempuan ) Ia juga seorang adik yang pemberani, mempunyai pola pikir yang sedikit dewasa dan pintar mengaji.
Kegiatan sehari-harinya citra di mulai dari pagi hari ia pergi mengaji dari jam 08.00-10.00 lalu pada pukul 12.00 ia berangkat sekolah dan pulang pukul 16.30 kecuali hari libur ia mengikuti  les karate. Kebiasaan citra setiap pulang sekolah langsung pergi bermain tanpa ingat makan, mandi. Biasanya ibu yang selalu mengingatkannya untuk pulang kerumah. Pada malam harinya karena keasikan bermain ia kecapean sehingga ia terlupa akan PR nya dan langsung tertidur namun, bila ibu mengingatkan PR nya ia pun akan mengerjakannya.
Saat saya dan Fitri sedang tidak berada dirumah citralah yang selalu membantu ibu dirumah misalnya ibu menyuruh untuk pergi kewarung membeli sesuatu yang dibutuhkan ibu dan membereskan tempat tidurnya.
Citra adalah sosok adik yang sangat menyenangkan bagi saya dan keluarga. Walaupun terkadang menyebalkan namun ia suka membuat saya tertawa karena tingkah lakunya yang lucu J. Saya bahagia dan bangga mempunyai adik seperti citra. Saya juga sangat sayang kepadanya. 


Tugas Jurnalistik – OPINI

Rica Purnama Sari
18611369
3SA02

  
Pengaruh Internet bagi Kalangan Pelajar


Perkembangan teknologi di era globalisasi ini sudah meningkat pesat siapapun dan dimanapun mereka dapat mengakses media teknologi. Salah satu medianya adalah media internet yang dapat membantu masyarakat atau para pelajar mempelajari ataupun mengetahui informasi seputar kebudayaan, teknologi, dan lain-lain. Media internet yang berpengaruh besar kepada masyarakat terutama kalangan pelajar adalah media social seperti : facebook dan twitter.
Kebanyakan pelajar lebih memilih untuk membaca berbagai macam situs  internet dari pada harus bersusah payah membaca buku pelajarannya. Ini termasuk pengaruh besar  terhadap prestasi belajar siswa membuat banyak orang tua khawatir akan masa depan anak-anaknya.  Selain banyaknya media sosial yang bisa di akses banyak juga pelajar yang kecanduan dengan game online. Sebagai contoh yaitu maraknya game online yang kebanyakan dimainkan oleh anak-anak. Sepulang sekolah, anak-anak yang seharusnya lebih banyak menghabiskan waktunya untuk belajar di rumah. Namun, ternyata saat ini lebih banyak waktu anak-anak di habiskan di warnet untuk bermain internet. Ada sebagian anak-anak yang menghabiskan waktunya hampir 4 jam untuk bermain game online di warnet. Banyak hal-hal yang dapat terabaikan oleh anak-anak akibat hal demikian, diantaranya dari hal kecil saja bisa lupa makan, mandi, mengerjakan PR, dan sebagainya.
Apa yang diharapkan biasanya sulit diwujudkan atau mungkin timbul efek lain yang sebenarnya tidak diharapkan. Internet bisa menjadi hal positif dan menambah wawasan jika digunakan dengan tepat dan adanya pengawasan dari orang tua terhadap anaknya serta memiliki kesadaran diri dalam mengendalikan tingkah laku di pergaulan dunia maya.

Tugas Jurnalistik - FEATURE

Nama         : Rica Purnama Sari
NPM          : 18611369
Kelas        : 3SA02


Melewati sebuah perjuangan
“ AMALIAH TADRIS ”

Malam hari yang sunyi, tiba - tiba di gemparkan oleh kamar nihaiyah yang seolah - olah telah menjadi Pasar. Ternyata, disaat itu ada pengumuman pembagian kelompok Amaliah Tadris – Sebuah kata dari bahasa arab yang artinya Praktek Mengajar. Amaliah Tadris termasuk salah satu dari sebuah syarat kelulusan santriwan – santriwati Pondok Pesantren Modern Al- Mizan.                              
Semua penghuni kamar itu sibuk melihat pengumuman tersebut. dan ternyata aku menjadi bagian dari kelompok VIII yang beranggotakan: Aku, Elia, Titimah, Selvia, Rif’ah, Anto, Arief, Asep, Fikar, Riza, Syaidina. “ aku mampu ga yah melewatinya ?”, terlintas dalam benakku. Untungnya, Sebelum pelaksanaan Amaliah Tadris dilaksanakan, akan ada pengarahan Amaliah Tadris oleh Pimpinan Pondok Pesantren - Ust.Drs.KH. Anang Azhari Alie, M.pd.I.
Rabu (16/3), Dilaksankannya   Pengarahan Amaliah Tadris. Bapak Pimpinan Pondok telah menjelaskan bagaimana Amaliah Tadris itu, dan ia berkata “ Bukan berarti orang pintar itu professional bisa jadi orang yang biasa bisa lebih professional karena persiapan yang sering dilakukannya”. Aku termotivasi setelah mendengar hal tersebut.


Menjadi siswa-siswi kelas akhir di Pondok itu sangat berat ujiannya, banyak sekali rintangan dan perjuangan yang harus aku lewati, misalnya AMALIAH TADRIS yang satu ini.
                                              
 Tiba waktunya Mata pelajaran dan ruang kelas dibagikan, Pada saat itu aku sangat berharap mendapatkan pelajaran Bahasa Inggris karena aku menyukainya dan menurutku mudah untuk menjalani Amaliah Tadris tapi, nyatanya tidak aku mendapatkan pelajaran yang tidak kusukai yaitu Mahfudzot (pelajaran dalam bahasa arab) untuk kelas 2 SMP.
        Dalam tiga hari diberi waktu untuk mempersiapkannya, dengan kalimat basmallah aku mulai dengan pembuatan referensi persiapan Amaliah Tadris sebut saja I’dad. Hari pertama Pulpenku sudah menari-nari diatas kertas dan selama berjam-jam memutar otak kiriku untuk berfikir hingga aku lelah, dan akan ku lanjutkan lagi esok harinya.
Udara pagi itu sangat sejuk membuat otakku fresh kembali dan membuat pulpenku menari -nari lagi diatas kertas sampai I’dad selesai. Kemudian segera mungkin aku pergi ke ustadz pembimbing menyerahkan I’dad untuk di koreksi. “I’dad ini akan ustad koreksi dulu yah, tunggu sampai bada magrib”,ujarnya. Aku mengambil keputusan dengan menggunakan waktu sebaik mungkin dengan latihan mengajar sendiri di kamar atau di kelas. Waktu seakan berputar lebih cepat sampai akhirnya, adzan magrib dikumandangkan, aku bergegas tuk pergi sholat  dan mengaji di masjid. Setelah semua sudah selesai. aku segera mengambil I’dad di pembimbing. Ketika I’dad sudah di tanganku kembali ternyata banyak yang harus ku revisi.

“Tak punya banyak waktu lagi dan harus di selesaikan”, dengan menghela nafas yang panjang.
Waktu tinggal sehari lagi, Alhamdulillah I’dad  sudah jadi dan latihan demi latihan sudah ku jalani hingga matahari tenggelam. Malam itu terasa lebih lama dari sebelumnya, mungkin karena esok hari aku akan berperang melawan rasa kegugupanku saat aku menjadi seorang guru.
Matahari sudah menampakkan dirinya, menandakan bahwa tepatnya Rabu, 23 Maret 2011 praktek mengajarku tiba. Aku bersiap-siap merapihkan diri, kemudian mempersiapkan sesuatu untuk mengajar yaitu I’dad  dan peralatan lainnya.
Semua anggota kelompok dan pembimbingku sudah menungguku dikelas untuk melihat cara aku mengajar sebagai seorang guru. Perasaanku masih saja dag-dig-dug, jantung terasa lebih cepat berdetak dan darahpun mengalir lebih cepat dari sebelumnya. Akhirnya dengan mengucapkan kalimat basmalah. Aku segera masuk ke kelas dan mulai mengajar. Ketika itu perasaanku mulai tenang dan percaya diri dalam mengajar pelajaran mahfudzot terasa seakan lebih mudah daripada sebelumnya walaupun masih sedikit gugup.

Detik demi detik, menit demi  menit hingga satu jam pun berlalu, akhirnya selesai sudah Amaliah Tadrisku. Kemudian aku keluar kelas tetapi menangis antara sedih dan bahagia. Sedih karena ada salah satu metode pengajaran yang terlupakan dan rasanya kuulang sekali lagi Amaliah Tadris itu tapi, yang lalu biarlah berlalu. Dan bahagianya yaitu aku sudah berhasil melewati salah satu syarat kelulusan yang membuat bibirku ini tersungging J.
 Evaluasi pengajaran telah di mulai di Tribun. Koreksian demi koreksian dari teman sekelompok dan pembimbing, ku dengarkan dengan baik agar bisa memperbaikinya di hari nanti ketika aku menjadi seorang Guru sesungguhnya. Sesudah evaluasi, Aku mendokumentasikan amaliah ini dengan mengabadikan  kebersamaan. Alhamdulillah, Aku berhasil melewati sebuah perjuangan ini J .





Rabu, 16 November 2011

Laporan Akhir Lab.Ket Komputer Dasar

http://anissamui.blogspot.com/2010/01/film-edukasi-nasional.html

Meski belum sempat nonton film sang pemimpi tapi sudah terbersit sebuah pemahaman bahwa film ini memiliki unsur edukasi,edukasi pertama adalah goalsetting. Goalsetting adalah menetapkan sebuah target,harapan dan keinginan yang berupaya untuk diwujudkan. Sang pemimpi menceritakan keinginan seorang anak untuk menempuh pendidikan tertinggi.

Edukasi kedua adalah respon sosial,ketika arai dan ikal membantu seorang janda membuka sebuah usaha,dengan membuka usaha maka janda tersebut akan mendapatkan penghasilan yang tetap. Edukasi ke 3 adalah semangat,pendidikan membutuhkan sebuah semangat tinggi untuk menyelesaikannya.

Edukasi ke 4 adalah fokus pada tujuan,kuatnya tekad,besarnya impian yang dikristalisasi dengan aksi membuat arai dan ikal menggapai impian mereka.

Jika saja film2 edukasi seperti ini membanjiri pasar maka opini publik akan terbentuk dan ada satu keinginan untuk mewujudkan keinginan mereka,saatnya kita bangkitkan semangat generasi muda melalui film,buku,blog,novel dll.



sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Film_dokumenter

Film dokumenter

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Film dokumenter adalah film yang mendokumentasikan kenyataan. Istilah "dokumenter" pertama digunakan dalam resensi film Moana (1926) oleh Robert Flaherty, ditulis oleh The Moviegoer, nama samaran John Grierson, di New York Sun pada tanggal 8 Februari 1926.
Di Perancis, istilah dokumenter digunakan untuk semua film non-fiksi, termasuk film mengenai perjalanan dan film pendidikan. Berdasarkan definisi ini, film-film pertama semua adalah film dokumenter. Mereka merekam hal sehari-hari, misalnya kereta api masuk ke stasiun. pada dasarnya, film dokumenter merepresentasikan kenyataan. Artinya film dokumenter berarti menampilkan kembali fakta yang ada dalam kehidupan.

Daftar isi

Dokudrama

Pada perkembangannya, muncul sebuah istilah baru yakni Dokudrama. Dokudrama adalah genre dokumenter dimana pada beberapa bagian film disutradarai atau diatur terlebih dahulu dengan perencanaan yang detail. Dokudrama muncul sebagai solusi atas permasalahan mendasar film dokumenter, yakni untuk memfilmkan peristiwa yang sudah ataupun belum pernah terjadi.

Dokumenter Modern

Para analis Box Office telah mencatat bahwa genre film ini telah menjadi semakin sukses di bioskop-bioskop melalui film-film seperti Super Size Me, March of the Penguins dan An Inconvenient Truth. Bila dibandingkan dengan film-film naratif dramatik, film dokumenter biasanya dibuat dengan anggaran yang jauh lebih murah. Hal ini cukup menarik bagi perusahaan-perusahaan film sebab hanya dengan rilis bioskop yang terbatas dapat menghasilkan laba yang cukup besar.
Perkembangan film dokumenter cukup pesat semenjak era cinema verité. Film-film termasyhur seperti The Thin Blue Line karya Errol Morris stylized re-enactments, dan karya Michael Moore: Roger & Me menempatkan kontrol sutradara yang jauh lebih interpretatif. Pada kenyataannya, sukses komersial dari dokumenter-dokumenter tersebut barangkali disebabkan oleh pergeseran gaya naratif dalam dokumenter. Hal ini menimbulkan perdebatan apakah film seperti ini dapat benar-benar disebut sebagai film dokumenter; kritikus kadang menyebut film-film semacam ini sebagai mondo films atau docu-ganda.[1] Bagaimanapun juga, manipulasi penyutradaraan pada subyek-subyek dokumenter telah ada sejak era Flaherty, dan menjadi semacam endemik pada genrenya.
Kesuksesan mutakhir pada genre dokumenter, dan kemunculannya pada keping-keping DVD, telah membuat film dokumenter menangguk keuntungan finansial meski tanpa rilis di bioskop. Meski begitu pendanaan film dokumenter tetap eksklusif, dan sepanjang dasawarsa lalu telah muncul peluang-peluang eksibisi terbesar dari pasar penyiaran. Ini yang membuat para sineas dokumenter tertarik untuk mempertahankan gaya mereka, dan turut memengaruhi para pengusaha penyiaran yang telah menjadi donatur terbesar mereka.[2]
Dokumenter modern saling tumpang tindih dengan program-program televisi, dengan kemunculan reality show yang sering dianggap sebagai dokumenter namun pada kenyataannya kerap merupakan kisah-kisah fiktif. Juga bermunculan produksi dokumenter the making-of yang menyajikan proses produksi suatu Film atau video game. Dokumenter yang dibuat dengan tujuan promosi ini lebih dekat kepada iklan daripada dokumenter klasik.
Kamera video digital modern yang ringan dan editing terkomputerisasi telah memberi sumbangan besar pada para sineas dokumenter, sebanding dengan murahnya harga peralatan. Film pertama yang dibuat dengan berbagai kemudahan fasilitas ini adalah dokumenter karya Martin Kunert dan Eric Manes: Voices of Iraq, dimana 150 buah kamera DV dikirim ke Iraq sepanjang perang dan dibagikan kepada warga Irak untuk merekam diri mereka sendiri.

Bentuk Dokumenter Lainnya

Film Kompilasi

Film kompilasi dicetuskan pada tahun 1927 oleh Esfir Shub dengan film berjudul The Fall of the Romanov Dynasty. Contoh-contoh berikutnya termasuk Point of Order (1964) yang disutradarai oleh Emile de Antonio mengenai pesan-pesan McCarthy dan The Atomic Cafe yang disusun dari footage-footage yang dibuat oleh pemerintah AS mengenai keamanan radiasi nuklir (misalnya, memberitahukan pada pasukan di suatu lokasi bahwa mereka tetap aman dari radiasi selama mereka menutup mata dan mulut mereka). Hampir mirip dengannya adalah dokumenter The Last Cigarette yang memadukan testimoni dari para eksekutif perusahaan-perusahaan tembakau di depan sidang parlemen AS yang mengkampanyekan keuntungan-keuntungan merokok.


sumber : http://wenikusuma.blogspot.com/2010/11/film-indonesia-berhiaskan-informasi.html

Kamis, 04 November 2010


Film Indonesia Berhiaskan Informasi Budaya dan Nilai Edukasi

Hey yaaa :)

Diantara kalian pasti pernah menyentuh bioskop... entah 21 (baca: twenty one), XXI (baca: X-X-One. bukan X-X-X), hingga Blitzmegaplex. Hampir setiap minggu-nya banyak film produksi dalam dan luar negeri bertengger. terkadang desain cover film sering menipu. kalau di Indonesia.. lets say.. genre film horor. cover desainnya sungguh mempesona & membuat saya bergidik...

tapi...tahukah kalian?? beberapa orang yang akhirnya mencicipi film horor itu, setelah keluar dari pintu bioskop bukan pasang muka serius... wajah mereka justru lebih tampak berseri dan di-iringi tawa. dalam hati gue,"ini lagi nayangin Opera Van Java yaa didalem??!" --_______--"
belakangan santer terdengar, ternyata sebagian besar film horor Indonesia memang banyak di bumbui adegan seks dan pornografi. OK! SKIP!

Film Indonesia yang masuk bioskop ternyata beragam. Mulai dari yang horor (plus pornografi) hingga yang benar - benar ber-edukasi. sekarang mari kita ulas... ada 3 film Indonesia yang masuk dalam kategori : Informasi (sosial,budaya,keluarga,dll) dan Edukasi.

here they are :

Pertama : PETUALANGAN SHERINA

Film ini bergenre drama-musikal atas besutan sutradara Riri Riza. Waktu nonton film ini, usia gue masih nginjek 11Tahun.. kira-kira waktu kelas 6SD. Jadi sudah lumayan lama juga... apalagi sekarang gue udah mau wisuda (ADA WEN?! Ada yang nanya??! hihihii)

Film ini secara sadar mengajarkan baik dan buruk. jangan terlalu polos menilai orang itu baik serta sebaliknya (bingung ya?! Selamat mikiir :)

Jadi sinopsisnya begini : Awalnya Sherina udah nge-"klik" banget sama temen-temennya di Jakarta. Ayah Sherina (diperankan sama Mathias Muchus) berencana pindah ke kota Bandung karena lahan pertanian disana masih sangat banyak dan dapat dikelola. hal ini memaksa mereka untuk hijrah dari Jakarta ke Bandung. Pertama pindah, Sherina bete dan nggak suka sama langkah sang ayah.. tapi hatinya lumer juga (inguuus kali ah - kenapa harus ingus?! es krim kek!. Red). Sherina mulai dekat dengan beberapa teman barunya disana. tapi tidak dengan sosok pria jagoan bernama Sadam (Derby Romero. Sekarang dia jadian sama Dinda Kanya Dewi. Nah cewe'nya Derby ini pemain sinetron cinta Fitri- hahahhaa makin nggak nyambung)... ok! intinya adalah : Film ini lebih mengisahkah persahabatan.

Scene favorit gue cuma 1 : adegan di Boscha. Dimana Sherina bisa turun dari jendela yang ada dilantai atas gedung Boscha dan dia berhasil turun pake tambang yang udah dia siapin dari rumah! jaman gue SD, itu tuh COOL banget! hahaha #norak ya gue?! BODO!

Pesan yang diantar dari film ini cukup sederhana : Berkawan itu harus dengan siapa saja.
Nilai edukasinya : Melalui nonton film ini, dulu gue langsung minta ke Boscha (gedung yg banyak teropong dan bisa melihat benda luar angkasa, especially bintang. Indah bukan?!). ini membuat anak seumuran gue saat itu nyaris membuat para orang tua bangkrut dan minta ganti rugi sama bioskop di seluruh tanah air. #lebay

Ini adalah album pengisi dalam film Petualangan Sherina. Semua dinyanyikan sama Sherina dan atas arahan dari Elfa Secioria.

Ke-dua : PEREMPUAN PUNYA CERITA

Empat cerita tentang berbagai masalah yang menyelimuti kehidupan wanita Indonesia, tergabung menjadi satu film. Gabungan empat film pendek, yaitu Cerita Pulau, Cerita Yogya, Cerita Cibinong, dan Cerita Jakarta. Film ini diperankan sama aktris hebat seperti : Rieke Diah Pitaloka, Sarah Sechan, Susan Bachtiar, dll.

Gue nonton film ini waktu tahun 2008 setelah kelar event Jiffest (Jakarta Internasional Film Festival, at Blitzmegaplex). Film ini di dedikasikan untuk perempuan. penting banget.

Informasi budaya-nya terang aja banyak banget. which is, lokasi syuting berada ditempat yang berbeda dipelosok Indonesia. Mulai dari Jogjakarta, Cibinong, hingga di Jakarta. tentunya ini juga mendeskripsikan masyarakat yang berbeda disetiap kotanya. KEREN! wajip nonton ;)

Edukasinya sih jelas banyak. karena ada yang menceritakan tentang dahsyatnya HIV AIDS, Pelacuran, hamil diluar nikah, seks bebas. one thing : packaging film ini memang Indonesia banget. tiap scene digambarkan "pas" dengan lokasi ditiap daerah.

trailer Perempuan Punya Cerita




Ke-Tiga : TETRALOGI LASKAR PELANGI - LASKAR PELANGI

Source : wikipedia :
Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata. Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku berikutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Buku ini tercatat sebagai buku sastra Indonesia terlaris sepanjang sejarah.

  1. Ikal aka Andre Hirata
  2. Lintang; Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara
  3. Sahara; N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah
  4. Mahar; Mahar Ahlan bin Jumadi Ahlan bin Zubair bin Awam
  5. A Kiong (Chau Chin Kiong); Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman
  6. Syahdan; Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz
  7. Kucai; Mukharam Kucai Khairani
  8. Borek aka Samson
  9. Trapani; Trapani Ihsan Jamari bin Zainuddin Ilham Jamari
  10. Harun; Harun Ardhli Ramadan bin Syamsul Hazana Ramadan

scene : Lomba antar sekolah di Bangka Belitung.

scene ini, melepas perpisahan teman - temannya dengan Lintang. karena Lintang harus putus sekolah. padahal dia murid paling pandai.


actually masih banyak film lain seperti Arisan, Berbagi Suami, hingga Garuda di Dadaku. tapi kalau mau ulasannya lebih banyak, mari nge-googling :) hehehehe

semoga bermanfaat buat semua dan film Indonesia kini "content" ceritanya mulai menurun. banyak faktor sih sebenarnya, tapi salah satunya.... film Indonesia lebih mikir untuk industri bukannya kreatifitas! (ish! TAJAM! setajam singlet.. hahaha)

ok guys..thanks for attention.. see u then ;)
X.O.X.O

Winnie The Pooh Glitter
/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/toons/too-8/too748.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/toons/too-8/too748.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Template by:

Free Blog Templates