Rabu, 18 Juni 2014

#21 Adikku citra

About my sister – Citra Septyani Zuhrotunnisa


Saya mempunyai dua adik perempuan bernama Fitri febryanti dan Citra Septyani Zuhrotunnisa.  Citra Septyani Zuhrotunnisa, yang biasa di panggil citra. Ia adalah adik terakhir saya. Ia duduk dibangku kelas 4 SD. Citra juga mempunyai prestasi yang baik disekolahnya dan mempunyai cita-cita menjadi seorang Kowat (TNI perempuan ) Ia juga seorang adik yang pemberani, mempunyai pola pikir yang sedikit dewasa dan pintar mengaji.
Kegiatan sehari-harinya citra di mulai dari pagi hari ia pergi mengaji dari jam 08.00-10.00 lalu pada pukul 12.00 ia berangkat sekolah dan pulang pukul 16.30 kecuali hari libur ia mengikuti  les karate. Kebiasaan citra setiap pulang sekolah langsung pergi bermain tanpa ingat makan, mandi. Biasanya ibu yang selalu mengingatkannya untuk pulang kerumah. Pada malam harinya karena keasikan bermain ia kecapean sehingga ia terlupa akan PR nya dan langsung tertidur namun, bila ibu mengingatkan PR nya ia pun akan mengerjakannya.
Saat saya dan Fitri sedang tidak berada dirumah citralah yang selalu membantu ibu dirumah misalnya ibu menyuruh untuk pergi kewarung membeli sesuatu yang dibutuhkan ibu dan membereskan tempat tidurnya.
Citra adalah sosok adik yang sangat menyenangkan bagi saya dan keluarga. Walaupun terkadang menyebalkan namun ia suka membuat saya tertawa karena tingkah lakunya yang lucu J. Saya bahagia dan bangga mempunyai adik seperti citra. Saya juga sangat sayang kepadanya. 

#20 IBU ku sayang



IBU
              Ibu … Kau adalah segalanya bagiku. engkau yang telah memberikanku hidup, memberikan ku kasih sayang, dan Kasih sayang dan cintamu tulus untukku. Ibu, aku tak kan pernah sanggup membalas kasih sayangmu. Ibu yang aku bisa hanyalah menyayangimu, mencintaimu segenap hatiku, mencoba setiap waktu untuk memberikanmu kebahagiaan agar kau selalu tersenyum manis menjalani hidup ini. Pelukmu, nasihatmu, dan senyumanmu selalu menguatkan aku utk menjalani hidup ini. oh ibu kau selalu dalam hatiku yang terdalam. Terima kasih ibu atas semua yang kau berikan kepadaku. semoga Allah selalu memberikan kebahagiaan dalam hidupmu dan selalu menjagamu didunia dan diakhirat.     

Selasa, 20 Mei 2014

#19 DIA


DIA PART I

Tahukah kalian rasanya seseorang  yang tengah jatuh cinta ? ya, pasti kalian tau dan pernah merasakannya, sama seperti aku. Tetapi, itu dulu … 4 tahun yang lalu. Ketika aku masih tinggal di pondok pesantren, aku bertemu dengannya, seorang laki-laki yang berhasil menarik perhatianku karena tingkah dan kepribadiannya. Pertama kali,  aku melihat dia saat upacara memperingati 17 agustusan, saat itu dia menjadi salah satu anggota kelompok paskibraka. Laki-laki itu mengingatkanku pada sosok yang pernah ku kenal sebelumnya. Aku berusaha mencari informasi lebih dalam tentang dia, namanya, apakah dia satu angkatan denganku? Hatiku menebak-nebak dengan rasa penasaran yang tinggi.

        Aku semakin penasaran dengan sosoknya ? sosok yang pernah kulihat sebelumnya ketika aku belum menetap di pondok pesantren ini, karena rasa ingin tauku yang tinggi, akhirnya aku bertanya dengan teman sebelahku. Aku bertanya kepada temanku tentang nama laki-laki itu, temanku menjawab.

“ oh namanya essant “ aku hanya mengiyakan kemudian kembali bertanya kepada temanku.
“ dia satu angkatan yah sama kita? “
“ iya, dia satu angkatan sama kita, memangnya kamu tidak pernah melihat dia?” temanku menatapku heran, sepertinya ia bingung mengapa aku tak mengenali essant, terlihat dari alisnya yang sedikit terangkat.
Aku menggeleng lemah,” iya aku tidak pernah melihatnya maka dari itu aku bertanya padamu”.

       Beberapa hari kemudian, ketika aku melewati kantor sekolah, tiba-tiba saja ada yang memanggilku dari samping, dan aku langsung menoleh ke arahnya. “ hi, cha dapat salam nih dari dia,” temanku menyenggol tubuh laki-laki di sebelahnya. Aku tak dapat melihatnya karena dia membelakangiku. “ dia siapa?” tunjukku, tetapi rasanya aku mengenal dia. Tak lama setelah aku bertanya, dia langsung membalikan badan dan aku terkejut, diapun salah tingkah sama sepertiku. Pandangannya malu-malu saat menatapku. Akupun memutuskan untuk langsung melangkahkan kakiku menuju asrama.

   Aku sering bertemu dengannya karena kebetulan kelas kami yang letaknya bersebelahan, dan berawal dari pertemuan sering inilah aku berkali-kali mendengar suaranya menyapaku. Namun ketika aku memalingkan wajah berusaha mencari sumber suara itu dia hanya berdiam diri seolah-olah bukan dialah yang memanggil. Mungkin dia malu itu sebabnya dia memanggilku tanpa tujuan yang jelas.

           Aku mulai merasakan sesuatu yang aneh di dalam diriku ketika berpapasan dengannya, contohnya saat aku berada dikelompok yang sama dengannya. Aku merasakan jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, ada rasa senang bercampur nervous yang bersatu didalam hatiku. Sepertinya aku sedang merasakan apa yang orang-orang sebut….. mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta. Oh ya, aku tak perlu takut rasa cintaku ini tak terbalas karena sepertinya dia juga menyukaiku, terlihat dari sorot matanya yang tak pernah lepas memandangku.

“ kamu mau aku mengembalikan bukumu? ” nadanya seperti meledek, membuatku sedikit kesal karena tingkahnya yang menyebalkan. Buku yang ku anggap hilang dan mati-matian aku cari ternyata ada di tangannya.
“ udah deh, sini kembaliin buku aku! “ masih dengan wajah yang cemberut, aku tak ingin berbicara lebih dengannya. Tetapi tiba-tiba dia menghampiriku dengan membawa sebuah coklat ditangannya.
“ Bukunya aku kembaliin nanti malam asalkan kamu mau menerima coklatku.” Ucapannya sedikit melembut, aku menatapnya sebal kemudian tersenyum. Dia juga tersenyum kepadaku.”
“ iya coklatnya aku terima, tapi jangan lupa yah kembalikan bukuku nanti malam. ” dia  mengangkat ibu jarinya pertanda “Ya”. Kemudian berlalu dari hadapanku dan kembali bermain bersama teman-temannya.

Pada malam harinya aku dan teman-teman yang lain berkumpul disalah satu aula pondok pesantrenku untuk menilai salah satu temanku yang tadi siang melakukan praktek mengajar. Ekor mataku mencari-cari keberadaan dia, aku mencarinya bukan untukku berzinah mata tetapi ingin menagih bukuku yang berada di tangannya. HAP! Akupun menemukannya.
“ Mana buku aku?”
Dia menoleh sekilas ke arahku dan menunjukkan senyum manisnya “ nanti aja bukunya aku kasih, sekarang bantuin aku buat nulis materi ini. “ aku hanya mengangukkan kepala dengan pasrah karena malas memperpanjang urusan dengannya.


Winnie The Pooh Glitter
/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/toons/too-8/too748.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/toons/too-8/too748.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */

Template by:

Free Blog Templates