Senin, 26 November 2012

Cara Mengendalikan Emosi seseorang



Nama : Rica Purnama Sari 
NPM: 18611369
Kelas : 2SA02 
Tugas Softskill
Emosi
Emosi adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu terhadap seseorang atau kejadian. Emosi dapat ditunjukkan ketika merasa senang mengenai sesuatu, marah kepada seseorang, ataupun takut terhadap sesuatu.
Setiap orang memberikan respon yang berbeda-beda terhadap rangsangan pemicu emosi yang sama. Dalam sejumlah kasus, kepribadian menjadi penyebab perbedaan tersebut. Emosi pada saat lain, perbedaan tersebut timbul sebagai hasil dari persyaratan-persyaratan pekerjaan.
Dalam keadaan tertentu kita kadang sulit untuk mengendalikan diri sendiri di mana banyak hal yang sangat membuat kita ingin marah dan berontak terhadap sesuatu hal yang membuat kita ingin marah. Semua itu timbul karena emosi yaitu perasaan yang timbul dalam diri kita sendiri secara alami itu bisa berupa amarah, sedih, senang, benci, cinta, bosan, dan sebagainya yang merupakan efek atau respon yang terjadi dari sesuatu yang kita alami.
Berbicara soal emosi maka kita harus tahu kecerdasan emosi itu sendiri dimana merupakan kemampuan manusia untuk memotivasi diri sendiri, bertahan menghadap frustasi, mengendalikan dorongan hati (kegembiraan, kesedihan, kemarahan, dan lain-lain), mengatur suasana hati dan mampu mengendalikan stres dan keadaan yang melanda kita. Kecerdasan emosional juga mencakup kesadaran diri sendiri dan mengendalikan dorongan hati, ketekunan, semangat dan motivasi diri dan kendali dorongan hati, ketekunan, semangat dan kecakapan sosial. Ketrampilan yang berkaitan dengan kecerdasan emosi antara lain misalnya kemampuan untuk memahami orang lain, kepemimpinan, kemampuan membina hubungan dengan orang lain, kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim, membentuk citra diri positif, memotivasi dan memberi inspirasi dan sebagainya.

Fungsi emosi

Emosi berkembang seiring waktu untuk membantu manusia memecahkan masalah. Emosi sangat berguna karena ‘memotivasi’ orang untuk terlibat dalam tindakan. Emosi sangat berpengaruh terhadap tingkah laku manusia - manusia lain. Salah satu cara mengklasifikasikan emosi adalah berdasarkan apakah emosi tersebut positif atau negatif. Emosi-emosi positif - seperti rasa gembira dan rasa syukur- mengekspresikan sebuah evaluasi

atau perasaan menguntungkan, sedangkan emosi-emosi negatif - seperti rasa marah atau rasa bersalah- mengekspresikan sebaliknya. Emosi tidak dapat netral, karena menjadi netral berarti menjadi nonemosional.

Ø  Sumber-sumber emosi dan suasana hati

Orang-orang cenderung berada dalam suasanan hati terburuk di awal minggu dan berada daam suasana hati terbaik di akhir minggu.
v  Tidur adalah salah satu sumber emosi dan suasana hati. Kualitas tidur memengaruhi suasana hati. Para sarjana dan pekerja dewasa yang tidak memperoleh tidur yang cukup melaporkan adanya perasaan kelelahan yang lebih besar, kemarahan, dan ketidakramahan. Satu dari alasan mengapa tidur yang lebih sedikit, atau kualitas tidur yang buruk, menempatkan orang dalam suasana hati yang buruk karena hal tersebut memperburuk pengamnbilan keputusan dan membuatnya sulit untuk mengontrol emosi.
v  Cuaca menjadi sebuah peristiwa yang luar biasa sedikit pengaruh terhadap suasana hati.Seorang ahli menyimpulkan, "Berlawanan dengan pandangan kultur yang ada, data ini menunjukkan bahwa orang-orang tidak melaporkan suasana hati yang lebih baik pada hari yang cerah atau sebaliknya.
v  Aktivitas sosial
Orang-orang dengan suasana hati positif biasanya mencari interaksi sosial dan sebaliknya, interaksi sosial menyebabkan orang-orang mempunyai suasana hati yang baik. Jenis aktivitas sosial juga berpengaruh.Penelitian mengungkap bahwa aktivitas sosial yang bersifat fisik, informal, atau Epicurean lebih diasosiasikan secara kuat dengan peningkatan suasana hati yang positif dibandingkan dengan kejadian-kejadian formal atau yang bersifat duduk terus-menerus.

v  Olahraga

       Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan suasana hati positif.
v  Usia
Suatu penelitian atas orang-orang yang berusia 18 hingga 94 tahun mengungkapkan bahwa emosi negatif tampaknya semakin jarang terjadi seiring bertambahnya usia seseorang.

v  Gender

Dalam perbandingan antargender, wanita menunjukkan ekspresi emosional yang lebih besar dibandingkan pria. Mereka megalami emosi secara lebih intens dan mereka menunjukkan ekspresi emosi positif maupun negatif yang lebih sering, kecuali kemarahan. Tidak seperti pria, wanita juga menyatakan lebih nyaman dalam mengekpresikan emosi dan mampu membaca petunjuk nonverbal dan paralinguistik secara lebih baik.
v  Beberapa ciri-ciri orang yang tidak mampu mengandalikan emosinya :
1. Berkata keras dan kasar pada orang lain.
2. Marah dengan merusak atau melempar barang-barang di sekitarnya.
3. Ringan tangan pada orang lain di sekitarnya.
4. Melakukan tindak kriminal / tindak kejahatan.
            5. Melarikan diri dengan narkoba, minuman keras, pergaulan bebas, dsb.
            6. Menangis dan larut dalam kekesalan yang mendalam.
            7. Dendam dan merencanakan rencana jahat pada orang lain.
Berikut beberapa cara untuk mengendalikan emosi dalam hal positif :
1. Olahraga. Aktifitas terbaik untuk membuat energi amarah berubah menjadi energi positif adalah berolahraga. Jadi, jika anda marah, segeralah ambil sepeda atau berlarilah berkeliling komplek perumahan, tentu saja pada waktu yang tepat.
2. Menulis. Saat anda marah, ambillah pensil dan kertas, tulislah kronologis mengapa anda marah, kemudian tuliskan bentuk kemarahan anda. So, anda bisa tetap melampiaskan kemarahan secara pasif, tanpa melukai perasaan orang lain yang ada di sekitar anda. Selain itu dengan menulis anda bisa tahu sebab kemarahan yang anda alami, dan pada akhirnya anda bisa menemukan solusi untuk mencegah kemarahan tersebut.
3. Memainkan drama. anda tidak salah baca, memainkan drama imajinasi lebih tepatnya. Anda bisa membayangkan mengapa anda marah, kemudian apa yang anda lakukan ketika marah. Nah setelah itu, ubahlah peran anda menjadi orang lain, entah teman, saudara atau pacar yang menasehati anda supaya tidak marah.
4. Ubah Sudut pandang “saya” menjadi “kamu”. Jika marah, anda selalu merasa yang paling benar, dan sesuatu yang menyebabkan kemarahan anda pasti salah. Ubah sudut pandang anda, bayangkan anda menjadi orang lain yang sedang menghadapi anda yang sedang marah. Berpura-puralah menasehati diri anda sendiri.
5. Face-to-face terhadap kemarahan anda. Bercerminlah ketika anda marah, tatap mata anda secara langsung, dan bicaralah kepada diri anda sendiri. Lihatlah ekspresi kemarahan anda di cermin, kemudian nasehatilah diri anda sendiri dengan berbicara langsung pada bayangan anda.
        Cara Mengendalikan emosi seseorang :

 1. Bagi Umat islam , Segeralah berwudu, karena dapat menyegarkan anggota badan tertentu dan tentu dengan mengingat Allah. Serta mernyegarkan fikiran kita kembali.
2.Berpikir Rasional Sebelum Bertindak Sebelum marah kepada orang lain cobalah anda memikirkan dulu apakah dengan masalah tersebut anda layak marah pada suatu tingkat kemarahan dan asakan yang orang lain rasakan. Contoh : apabila kita memarahi orang lain, rasakan juga apabila kita di marahi oleh orang lain. Bagaimana perasaan orang tersebut dan apa akibat dari kita memarahinya.
3. Tenangkan hati di tempat yang nyaman. Jika sedang marah alihkan perhatian anda pada sesuatu yang anda sukai dan lupakan segala yang terjadi.
4. Mencari kesibukan yang disukai untuk melupakan kejadian atau sesuatu yang membuat emosi kemarahan kita memuncak kita butuh sesuatu yang mengalihkan amarah dengan melakukan sesuatu yang menyenangkan dan dapat membuat kita lupa akan masalah yang dihadapi.
4. Curahan hati / curhat pada orang lain yang bisa dipercaya Menceritakan segala sesuatu yang terjadi pada diri kita mungkin dapat sedikit banyak membantu mengurangi beban yang ada di hati. Jangan curhat pada orang yang tidak kita percayai untuk mencegah curhatan pribadi kita disebar kepada orang lain yang tidak kita inginkan. Bercurhatlah pada sahabat, pacar / kekasih, isteri, orang tua, saudara, kakek nenek, paman bibi, dan lain sebagainya.
 5. Mencari penyebab dan mencari solusi ketika pikiran anda mulai tenang, cobalah untuk mencari sumber permasalahan dan bagaimana untuk menyelesaikannya dengan cara terbaik.
6. Cuek dan melupakan masalah yang ada ketika rasa marah menyelimuti diri dan kita sadar sedang diliputi amarah maka bersikaplah masa bodoh dengan kemarahan anda. Ubah rasa marah menjadi sesuatu yang tidak penting.
Saat sesuatu terjadi di luar rencana, rasa marah dan kesal cenderung menguasai diri Anda. Tapi, ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk mengendalikan emosi tersebut sebelum Anda melakukan hal-hal yang akan disesali nanti. Yaitu :
1.      Cari tahu alasannya
Kenapa Anda mudah sekali marah? Bisa jadi karena Anda punya tingkat toleransi yang rendah yang membuat Anda jadi sangat sensitif. Bisa juga karena latar belakang keluarga yang tidak terbiasa berkomunikasi dengan menahan emosi. Apapun itu, Anda tetap harus cari tahu apa yang membuat Anda begitu mudah marah.
2.      Jangan langsung bereaksi
Mengendalikan rasa marah mungkin lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, tapi bukan suatu hal yang tidak mungkin. Saat sedang berargumen, jangan mengatakan hal pertama yang ada di kepala Anda. Sebelum melontarkan argumentasi, tahan kalimat Anda, coba untuk rileks, dan hitung sampai 20 jika perlu. Cara ini membuat Anda lebih berpikir jernih dan memberikan argumentasi tanpa terkesan emosional.
3.      Belajar lebih santai
Masalah dan tanggung jawab cenderung memberati perasaan, hingga akhirnya membuat Anda merasa terjebak dan selalu marah. Dalam kegiatan sehari-hari, selalu ambil sedikit waktu untuk diri sendiri agar Anda bisa menjauh sebentar dari rutinitas. Lakukan latihan seperti tarik nafas dalam-dalam dan coba untuk melakukan relaksasi. Anda juga bisa gunakan visualisasi atau gambar yang menenangkan, misalnya gambar alam pegunungan atau pantai yang bisa mengingatkan Anda akan suasana liburan.
4.      Hadapi masalah
Kemarahan Anda bermula dari ketidakmampuan menghadapi masalah hidup sehari-hari. Padahal salah satu strategi yang bisa Anda lakukan adalah tidak selalu memfokuskan diri pada solusi tapi juga lengkapi diri dengan berbagai teknik untuk menghadapi masalah.
Jangan sekali-kali mencoba untuk melarikan diri dari masalah atau menyalahkan orang lain atas apa yang menimpa Anda. Ingatlah, bahwa kualitas seorang pemimpin yang baik adalah mereka yang mampu menghadapi masalah, mampu meredam emosi, dan tidak menyalahkan orang lain melainkan bertanggung jawab atas segala pilihan.

Daftar Pustaka

http://forum.kompas.com/teras/35232-mengendalikan-diri-sendiri.html
http://www.kabar24.com/index.php/tips-kendalikan-emosi-dan-tahan-rasa-marah/

0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates